Anemia dalam kehamilan ialah suatu kondisi ibu
dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr % terutama pada trimester I dan
trimester ke III atau kadar Hb ( style="color: rgb(255, 0, 0);")
PENYEBAB
Anemia pada Kehamilan disebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
· Kurangnya asupan zat besi pada makanan yang dikonsumsi ibu hamil
· Pola makan ibu terganggu akibat mual selama kehamilan
· Adanya kecenderungan rendahnya cadangan zat besi (Fe) pada wanita akibat persalinan sebelumnya dan menstruasi.
GEJALA
Pucat, rasa lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka.
DAMPAK ANEMIA
Abortus, lahir prematur, lamanya waktu
partus karena kurang daya dorong rahim, pendarahan post – partum, rentan
infeksi, rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari
4 g – persen.
Hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan, meskipun tak disertai pendarahan
Kematian bayi dalam kandungan, kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan.
DIAGNOSA
Diagnosis Anemia pada ibu hamil biasanya ditegaskan dan dapat diketahui melalui pemeriksaan darah atau kadar hemoglobin (Hb)
ANEMIA PADA WANITA HAMIL
Selama kehamilan seorang wanita mengalami
peningkatan plasma darah sampai 30%, sel darah 18% tetapi Hb hanya
bertambah 19%. Akibatnya frekuensi anemia pada kehamilan cukup tinggi
10% – 20%
Wanita hamil cenderung terkena anemia
pada 3 bulan terakhir, karena pada masa itu janin menimbun cadangan zat
besi untuk diri sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudah lahir.
BESI (Fe)
Merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia, yaitu sebanyak 3 – 5 gram
FUNGSI BESI (Fe)
Besi merupakan bagian dari Haemoglobin yg
berfungsi sebagai alat angkut oksigen dari paru – paru ke jaringan
tubuh. Dengan berkurangnya Fe, sitesis Haemoglobin berkurang dan
akhirnya kadar haemoglobin akan menurun.
KEKURANGAN ZAT BESI
Hambatan pada pertumbuhan janin baik sel
tubuh maupun sel otak, Kematian janin, abortus, cacat bawaan, BBLR
(Berat Badan Lahir Rendah), Anemia pada bayi yang dilahirkan, lahir
prematur, Pendarahan, rentan infeksi.
ANGKA KECUKUPAN BESI (Fe)
Bayi : 3–5mg
Balita : 8–9mg
Anaksekolah : 10mg
Remaja laki–laki : 14–17mg
Remaja perempuan : 14–25mg
Dewasa laki–laki : 13mg
Dewasa perempuan : 14–26mg
Ibu hamil : +20mg
Ibu menyusui : +2mg
PENANGANAN
Selain terapi obat penanganannya dapat
dilakukan dengan terapi diet. Untuk memenuhi asupan zat besi, tingkatkan
konsumsi bahan makanan tinggi zat besi (Fe) misalnya makanan hewani,
kacang-kacangan, dan sayuran berwarna hijau tua.
Defisiensi besi bukan satu-satunya
penyebab anemia, tetapi apabila prevalensi anemia tinggi, defisiensi
besi biasanya dianggap sebagai penyebab yang paling dominan.
Pertimbangan itu membuat suplementasi tablet besi folat selama ini
dianggap sebagai salah satu cara yang sangat bermanfaat dalam mengatasi
masalah anemia. Anemia dapat diatasi dengan meminum tablet besi atau
Tablet Tambah Darah (TTD). Kepada ibu
hamil umumnya diberikan sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut
selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferrosulfat,
setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0.25 mg asam folat. Pada
beberapa orang, pemberian preparat besi ini mempunyai efek samping
seperti mual, nyeri lambung, muntah, kadang diare, dan sulit buang air
besar. Agar tidak terjadi efek samping dianjurkan minum tablet setelah
makan pada malam hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar