Makalah
“imunisasi”
Oleh
Tiara haven
1021979/ II.A
DIII Kebidanan
STiKes
MERCUBAKTIJAYA PADANG
2010/2011
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur
kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan
Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Mata Kuliah promkes ini dalam rangka
pemberian penyuluhan kepada masyarakat yang mempnyai bayi akan pentingnya
imunisasi bagi bayi. Ucapan terima kasih kami tujukan kepada dosen mata kuliah promkes yang telah memberi
dorongan dan motivasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.pembuatan
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak terdapat kesalahan
serta kekurangan di dalamnya,
oleh karena itu
saran dan kritik yang membangun akan selalu penyusun terima. Semoga tugas
makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan juga pembaca, sehingga dengan
demikian dapat bermanfaat untuk mempermudah dalam proses belajar mengajar pada
Mata Kuliah promkes serta dalam rangka menambah pengetahuan
Wasalam
juli 2011
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar..............................................................................................................i
Daftar
isi…………………………………………………………………………………………………………………..ii
BAB I :
Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………1
BAB II: Isi…………………………………………………………………………………………………………………2
BAB III:
Penutup………………………………………………………………………………………………………4
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada saat
sekarang ini masih banyak nya angka kematian anak disebabkan oleh beberapa
penyakit. Dalam situasi ekonomi dan kesehatan negara saat ini pencegahan
primer merupakan cara yang terbaik sebagai prioritas dalam memperbaiki
kesehatan anak. Salah satu cara yang terbaik adalah.imunisasi, Imunisasi
merupakan alternatif yang paling efektif dan efisien dilihat dari sudut ekonomi
untuk dilaksanakan secara nasional dalam rangka mencegah berbagai penyakit
infeksi di masyarakat.
Upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi
telah diakui keberhasilannya. Walaupun demikian, apabila cakupan imunisasi
tidak dipertahankan tetap tinggi maka wabah penyakit akan menjadi ancaman.
Mengingat pemberian antibiotika yang tidak menyelesaikan semua masalah penyakit
infeksi, maka lebih bijak apabila kita dapat mencegah terjangkitnya penyakit.
olehkarena
itu masyarakat dianjurkan untuk dapat mengimunisasikan anak nya sedini mungkin
agar dapat mengurangi angka kematian bayi,dan mencoba member penjelasan kepada
masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi bayi.
1.2
Tujuan
Untuk meyakinkan ibu akan pentingnya imunisasi
bagi bayi agar dapat mengurangi angka kematian bayi,dan penyakit tertentu.dan
ibu dapat mengimunisasikan bayinya sedini mungkin dan menghilang mitos buruk
tentang imunisasi yaitu mereka beranggapan bahwa imunisasi tersebut menyebabkan
anaknya demam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Vaksinasi atau imunisasi adalah usaha memberikan
kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar
terbentuk zat antibody untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.
Vaksin
adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukkan zat antibody yang
dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan ataupun peroral.terbentuknya
kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa factor,diantaranya
yaitu,kadar antibody yang tinggi pada saat dilakukan imunisasi,potensi antigen yang
di suntikkan,dan waktu antara pemberian imunisasi.Diindonesia terdapat jenis
imunisasi yang diwajibkan pemerintah,sebagaimana yang telah ditentukan oleh
WHO,yaitu BCG,DPT,campak,polio,hepatitis B.
Upaya pencegahan
penyakit melalui imunisasi telah diakui keberhasilannya. Walaupun demikian,
apabila cakupan imunisasi tidak dipertahankan tetap tinggi maka wabah penyakit
akan menjadi ancaman. Mengingat pemberian antibiotika yang tidak menyelesaikan
semua masalah penyakit infeksi, maka lebih bijak apabila kita dapat mencegah
terjangkitnya penyakit.
2.2 manfaat imunisasi
Manfaat imunisasi dapat dirasakan dalam tiga kategori yaitu secara individu, sosial, dan dalam menunjang sistem kesehatan nasional. Singkatnya, apabila seorang anak telah mendapatkan imunisasi maka akan bisa terhindar dari penyakit infeksi yang ganas. Makin banyak anak yang mendapat imunisasi, maka akan terjadi penurunan pada angka kesakitan dan kematian. Kekebalan individu ini akan mengakibatkan pemutusan rantai penularan penyakit dari anak ke anak lain atau kepada orang dewasa yang hidup bersamanya. Inilah yang disebut keuntungan sosial, karena dalam hal ini anak yang tidak diimunisasi akan juga terlindung (kekebalan komunitas).
Menurunnya angka
kesakitan akan menurunkan pula biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit,
mencegah kematian dan kecacatan yang dapat terjadi yang akan menjadi beban
seumur hidup. Dengan mencegah seorang anak dari penyakit infeksi, berarti akan
meningkatkan kualitas hidup anak dan meningkatkan daya produktivitasnya kelak.
2.3
macam-macam imunisasi
Berikut ini adalah 5
jenis imunisasi dasar yang harus wajib
diberikan, yaitu:
1. Imunisasi BCG
Imunisasi ini
digunakan untuk mencegah penyakit TBC yang berat.imunisasi ini merupakan vaksin
yang mengandung kumanTBC yang telah dilemahkan.
Imunisasi BCG akan
memberikan ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan
keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa,
agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam
tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
Frekuensi pemberiannya
satu kali pada umur 0-11 bulan,namun pada umumnya diberikan pada bayi umur 2
atau 3 bulan.cara pemberiannya melalui intra dermal dengan dosis 0,05cc.Efek
sampingnya dapat terjadi luka pada daerah suntikan dan dapat terjadi
limfadenitis regional dan reaksi panas
2. Imunisasi Campak
Pemberian imunisasi
campak adalah cara pencegahan penyakit campak yang paling efektif. Meskipun
campak hanya menulari satu kali seumur hidup. Namun penyakit ini sangat
berbahaya, karena dapat menimbulkan kematian. Penyakit campak yang bisa
menyebabkan kematian yaitu apabila telah terjadi komplikasi, misalnya radang
paru-paru dan radang otak. Bagi anak yang daya tahan tubuhnya sangat baik, bisa
tidak pernah tertular penyakit campak.Vaksin ini mengandung virus yang lemahkan
,frekuensi pemberiannya satu kali.waktu pemberian pada umur 9-11 bulan,cara
pemberiannya melalui subkutan dengan dosis 0,5 cc.Efek samping berupa ruam pada
tempat suntikan dan panas
3. Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit
hepatitis.Vaksin ini mengandung HbsAG dalam bentuk cair
Frekuensi pemberianImunisasi
Hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir.
Imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berumur 1 bulan, kemudian diberikan lagi
saat 3-6 bulan.cara pemberiannya intra muscular dengan dosis 0,5cc
4. Imunisasi Polio
Imunisasi ini digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit poliomyelitis
yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.vaksi ini mengandung virus yang
dilemahkan.
Imunisasi yang satu
ini belakangan sering didengung-dengungkan pemerintah karena telah memakan
korban cukup banyak. Target pemerintah membebaskan anak-anak Indonesia dari
penyakit polio. Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir.
Selanjutnya vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan.
Pemberian vaksin ini dulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.cara pemberiannya
melalui oral.
5. Imunisasi DTP
(Difteri,pertusis,dan tetanus)
Imunisasi ini menggunakan vaksin kuman difteri yang dihilangkan sifat
berbahayanya,akan tetapi masih dapat merangsang pembentukkan zat
toksoid,frkuensi pemberiannya 3 kali.pemberian pertama tahap pengenalan
terhadap vaksin untuk mengaktifkan organ tubuh membuat zat aktif.Pemberian
kedua dan ketiga dimaksudkan untuk terbentuknya zat aktif yang cukup,cara
pemberiannya intramuscular sebanyak 0,5cc.Efek samping ringan berupa
pembengkakn dan nyeri pada tempat penyuntikan serta demam.efek beratnya yang
muncul adalah menangis hebat kurang lebih 4 jam,penurunan
kesadaran,kejang,ensephalopati,dan syok.
Imunisasi DTP
diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit sekaligus, yaitu Difteri, Tetanus,
dan Pertusis. Vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi berumur lebih dari
enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DTP diberikan umur
18 bulan dan 5 tahun. Pada anak umur 12 tahun, imunisasi ini diberikan lagi
dalam program BIAS SD kelas VI.
Macam-macam
Imunisasi tambahan
1. Imunisasi
MMR(Meales,Mumps,dan Rubella)
Imunisasi
ini digunakan untuk mencegah penyakit campak (meales),gondong parotis epidemika
(mump),dan campak jerman (rubella).Antigen yang di pakai adalah virus campak
strain Edmonson yang dilemahkan,sedangkan virus rubella strain RA27/3 dan virus
gondong tidak dianjurka pada bayi dibawah umur satu tahun Karena dikhawatirkan
terjadi interverensi dengan antibody maternal yang masih ada.khusus pada daerah
endemic sebaiknya diberikan imunisasi campak yang monovalen dahulu pada usia
4-6 bulan atau 9-11 bulan dan boster dapat dilakukan MMR pada usiA 15-18 bulan
2.Imunisasi
tiphus abdominalis
Imunisasi
yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit tiphus.diindonesia terdapat 3
jenis vaksin tiphus abdominalis,diantaranya:
a. Kuman
yang dimatikkan,diberikan untuk bayi 6-12 bulan dengan dosis 0,1 cc,pada umur
1-2 tahun dengan dosis 0,2cc,2-12 tahun diberikan sebanyak 2 kali dengan
interval 4 minggu.
b. Kuman
yang dilemahkan(vivotif,berna)dapat diberikan dalam bentuk kapsul enteric
coated
c. Antigen
kapsular vi Polysaccaharide (TyphimVi,Pasteur Meriux)diberikan pada usia 2
tahun dan dapat diulang tiap 2 tahun.
3. Imunisasi
cacar air(varisella)
Imunisasi ini
digunakan untuk mencegah penyakit cacar air.vaksin ini mengandung virus hidup
varicella zoster strain OKA yang dilemahkan,pemberiannya tunggal pada usia 12
tahun didaerah tropis dan bila usia 13 tahun.imunisasi ini dapat diberikan
dengan 2 kali suntikan interval 4-8 minggu.
4. Imunisasi
hepatitis A
Imunisasi
ini diguunakan untuk mencehgah terjadinya hepatitis A.pemberian imunisasi ini
diberikan usia 2 tahun untuk pembeian awal menggunakan vaksin havrix(isinya
virus hepatitis A strain M75 yang dilemahkan) dengan 2 suntikan interval 4 minggu
dan boster 6 bulan kemudian
5. Imunisasi
HiB (Haemophilus Influenza Tipe B)
Imunisasi
ini digunakan un tuk mencegah terjadinya penyakit influenza tipe B.vaksin
berbentuk polisakarida murni (PRP:purified capsular polysaccharide).kuman
H.infleunza tipe B antigen dalam vaksin tersebut dapat di konjugasi dengan
prtein lain seperti toxsoid tetanus (PRP-T),toxoid difteri (PRP_D atau PRPCR50)
atau dengan kuman monongococus (PRP-OMPC).pemberian awal PRP-T dilakukan
sebanyaqk 3 kali suntikan dengan interval 2 bulan.suntikan PRP-OMPC dilakukan 2
kali suntikan denagn interval 2 bulan,kemudian bosternya diberikan 18 bulan.
Upaya pencegahan penyakit tertentu
pada bayi dengan imunisasi merupakan cara yang paling baik dan efektif dan
tidak memakan biaya dan tidak berdampak buruk bagi bayi.
BAB
III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Jadi imunisasi ini sangat penting
bagi bayi dan agar ibu dapat mengimunisasikan bayinya sedini mungkin sebelum
terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat berujung dengan
kematian.oleh karena itu kita sebagai Tenaga kesehatan berupaya untuk
mempromosikan
pentingnya imunisasi bagi bayi kepada ibu-ibu yang mempunyai
bayi agar nantinya tidak mengakibatkan dampak negative bagi bayi ibu tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Iqbal Mubarak
Wahid,2011,promosi kesehatan untuk kebidanan,Salemba Medika:Jakarta
Lia Dewi Vivian
Nani,2011,Asuhan Neonatus Bayi dan Balita,Salemba Medika:jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar