Minggu, 13 Mei 2012

imunisasi



Makalah
imunisasi

Oleh
Tiara haven
1021979/ II.A
DIII Kebidanan

STiKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
2010/2011




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Mata Kuliah promkes ini dalam rangka pemberian penyuluhan kepada masyarakat yang mempnyai bayi akan pentingnya imunisasi bagi bayi. Ucapan terima kasih kami tujukan kepada dosen mata kuliah promkes yang telah memberi dorongan dan motivasi sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya,
oleh karena itu saran dan kritik yang membangun akan selalu penyusun terima. Semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan juga pembaca, sehingga dengan demikian dapat bermanfaat untuk mempermudah dalam proses belajar mengajar pada Mata Kuliah promkes serta dalam rangka menambah pengetahuan

                                                                                                                        Wasalam

                                                                                                                           juli 2011


                                                                                                                             Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar..............................................................................................................i
Daftar isi…………………………………………………………………………………………………………………..ii
BAB I : Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………1
BAB II: Isi…………………………………………………………………………………………………………………2
BAB III: Penutup………………………………………………………………………………………………………4
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Pada saat sekarang ini masih banyak nya angka kematian anak disebabkan oleh beberapa penyakit. Dalam situasi ekonomi dan kesehatan negara saat ini pencegahan primer merupakan cara yang terbaik sebagai prioritas dalam memperbaiki kesehatan anak. Salah satu cara yang terbaik adalah.imunisasi, Imunisasi merupakan alternatif yang paling efektif dan efisien dilihat dari sudut ekonomi untuk dilaksanakan secara nasional dalam rangka mencegah berbagai penyakit infeksi di masyarakat.
Upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi telah diakui keberhasilannya. Walaupun demikian, apabila cakupan imunisasi tidak dipertahankan tetap tinggi maka wabah penyakit akan menjadi ancaman. Mengingat pemberian antibiotika yang tidak menyelesaikan semua masalah penyakit infeksi, maka lebih bijak apabila kita dapat mencegah terjangkitnya penyakit.
olehkarena itu masyarakat dianjurkan untuk dapat mengimunisasikan anak nya sedini mungkin agar dapat mengurangi angka kematian bayi,dan mencoba member penjelasan kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi bayi.

1.2    Tujuan

Untuk meyakinkan ibu akan pentingnya imunisasi bagi bayi agar dapat mengurangi angka kematian bayi,dan penyakit tertentu.dan ibu dapat mengimunisasikan bayinya sedini mungkin dan menghilang mitos buruk tentang imunisasi yaitu mereka beranggapan bahwa imunisasi tersebut menyebabkan anaknya demam.






BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Vaksinasi atau imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar terbentuk zat antibody untuk mencegah terhadap penyakit tertentu.
Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukkan zat antibody yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan ataupun peroral.terbentuknya kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa factor,diantaranya yaitu,kadar antibody yang tinggi pada saat dilakukan imunisasi,potensi antigen yang di suntikkan,dan waktu antara pemberian imunisasi.Diindonesia terdapat jenis imunisasi yang diwajibkan pemerintah,sebagaimana yang telah ditentukan oleh WHO,yaitu BCG,DPT,campak,polio,hepatitis B.
Upaya pencegahan penyakit melalui imunisasi telah diakui keberhasilannya. Walaupun demikian, apabila cakupan imunisasi tidak dipertahankan tetap tinggi maka wabah penyakit akan menjadi ancaman. Mengingat pemberian antibiotika yang tidak menyelesaikan semua masalah penyakit infeksi, maka lebih bijak apabila kita dapat mencegah terjangkitnya penyakit.

2.2 manfaat imunisasi

Manfaat imunisasi dapat dirasakan dalam tiga kategori yaitu secara individu, sosial, dan dalam menunjang sistem kesehatan nasional. Singkatnya, apabila seorang anak telah mendapatkan imunisasi maka akan bisa terhindar dari penyakit infeksi yang ganas. Makin banyak anak yang mendapat imunisasi, maka akan terjadi penurunan pada angka kesakitan dan kematian. Kekebalan individu ini akan mengakibatkan pemutusan rantai penularan penyakit dari anak ke anak lain atau kepada orang dewasa yang hidup bersamanya. Inilah yang disebut keuntungan sosial, karena dalam hal ini anak yang tidak diimunisasi akan juga terlindung (kekebalan komunitas).
Menurunnya angka kesakitan akan menurunkan pula biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan yang dapat terjadi yang akan menjadi beban seumur hidup. Dengan mencegah seorang anak dari penyakit infeksi, berarti akan meningkatkan kualitas hidup anak dan meningkatkan daya produktivitasnya kelak.


2.3 macam-macam imunisasi
Berikut ini adalah 5 jenis imunisasi dasar yang harus wajib diberikan, yaitu:
1. Imunisasi BCG
Imunisasi ini digunakan untuk mencegah penyakit TBC yang berat.imunisasi ini merupakan vaksin yang mengandung kumanTBC yang telah dilemahkan.
Imunisasi BCG akan memberikan ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercel bacili yang hidup di dalam darah. Itulah mengapa, agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkanlah jenis basil tak berbahaya ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin).
Frekuensi pemberiannya satu kali pada umur 0-11 bulan,namun pada umumnya diberikan pada bayi umur 2 atau 3 bulan.cara pemberiannya melalui intra dermal dengan dosis 0,05cc.Efek sampingnya dapat terjadi luka pada daerah suntikan dan dapat terjadi limfadenitis regional dan reaksi panas
2. Imunisasi Campak
Pemberian imunisasi campak adalah cara pencegahan penyakit campak yang paling efektif. Meskipun campak hanya menulari satu kali seumur hidup. Namun penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kematian. Penyakit campak yang bisa menyebabkan kematian yaitu apabila telah terjadi komplikasi, misalnya radang paru-paru dan radang otak. Bagi anak yang daya tahan tubuhnya sangat baik, bisa tidak pernah tertular penyakit campak.Vaksin ini mengandung virus yang lemahkan ,frekuensi pemberiannya satu kali.waktu pemberian pada umur 9-11 bulan,cara pemberiannya melalui subkutan dengan dosis 0,5 cc.Efek samping berupa ruam pada tempat suntikan dan panas
3. Imunisasi Hepatitis B
Imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis.Vaksin ini mengandung HbsAG dalam bentuk cair
Frekuensi pemberianImunisasi Hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berumur 1 bulan, kemudian diberikan lagi saat 3-6 bulan.cara pemberiannya intra muscular dengan dosis 0,5cc
4. Imunisasi Polio
Imunisasi ini digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.vaksi ini mengandung virus yang dilemahkan.
Imunisasi yang satu ini belakangan sering didengung-dengungkan pemerintah karena telah memakan korban cukup banyak. Target pemerintah membebaskan anak-anak Indonesia dari penyakit polio. Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini dulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.cara pemberiannya melalui oral.
5. Imunisasi DTP (Difteri,pertusis,dan tetanus)
Imunisasi ini menggunakan vaksin kuman difteri yang dihilangkan sifat berbahayanya,akan tetapi masih dapat merangsang pembentukkan zat toksoid,frkuensi pemberiannya 3 kali.pemberian pertama tahap pengenalan terhadap vaksin untuk mengaktifkan organ tubuh membuat zat aktif.Pemberian kedua dan ketiga dimaksudkan untuk terbentuknya zat aktif yang cukup,cara pemberiannya intramuscular sebanyak 0,5cc.Efek samping ringan berupa pembengkakn dan nyeri pada tempat penyuntikan serta demam.efek beratnya yang muncul adalah menangis hebat kurang lebih 4 jam,penurunan kesadaran,kejang,ensephalopati,dan syok.
Imunisasi DTP diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit sekaligus, yaitu Difteri, Tetanus, dan Pertusis. Vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada anak umur 12 tahun, imunisasi ini diberikan lagi dalam program BIAS SD kelas VI.
Macam-macam Imunisasi tambahan
1.      Imunisasi MMR(Meales,Mumps,dan Rubella)
Imunisasi ini digunakan untuk mencegah penyakit campak (meales),gondong parotis epidemika (mump),dan campak jerman (rubella).Antigen yang di pakai adalah virus campak strain Edmonson yang dilemahkan,sedangkan virus rubella strain RA27/3 dan virus gondong tidak dianjurka pada bayi dibawah umur satu tahun Karena dikhawatirkan terjadi interverensi dengan antibody maternal yang masih ada.khusus pada daerah endemic sebaiknya diberikan imunisasi campak yang monovalen dahulu pada usia 4-6 bulan atau 9-11 bulan dan boster dapat dilakukan MMR pada usiA 15-18 bulan
2.Imunisasi tiphus abdominalis
Imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit tiphus.diindonesia terdapat 3 jenis vaksin tiphus abdominalis,diantaranya:
a.       Kuman yang dimatikkan,diberikan untuk bayi 6-12 bulan dengan dosis 0,1 cc,pada umur 1-2 tahun dengan dosis 0,2cc,2-12 tahun diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 4 minggu.
b.      Kuman yang dilemahkan(vivotif,berna)dapat diberikan dalam bentuk kapsul enteric coated
c.       Antigen kapsular vi Polysaccaharide (TyphimVi,Pasteur Meriux)diberikan pada usia 2 tahun dan dapat diulang tiap 2 tahun.
3.      Imunisasi cacar air(varisella)
Imunisasi ini digunakan untuk mencegah penyakit cacar air.vaksin ini mengandung virus hidup varicella zoster strain OKA yang dilemahkan,pemberiannya tunggal pada usia 12 tahun didaerah tropis dan bila usia 13 tahun.imunisasi ini dapat diberikan dengan 2 kali suntikan interval 4-8 minggu.
4.      Imunisasi hepatitis A
Imunisasi ini diguunakan untuk mencehgah terjadinya hepatitis A.pemberian imunisasi ini diberikan usia 2 tahun untuk pembeian awal menggunakan vaksin havrix(isinya virus hepatitis A strain M75 yang dilemahkan) dengan 2 suntikan interval 4 minggu dan boster 6 bulan kemudian
5.      Imunisasi HiB (Haemophilus Influenza Tipe B)
Imunisasi ini digunakan un tuk mencegah terjadinya penyakit influenza tipe B.vaksin berbentuk polisakarida murni (PRP:purified capsular polysaccharide).kuman H.infleunza tipe B antigen dalam vaksin tersebut dapat di konjugasi dengan prtein lain seperti toxsoid tetanus (PRP-T),toxoid difteri (PRP_D atau PRPCR50) atau dengan kuman monongococus (PRP-OMPC).pemberian awal PRP-T dilakukan sebanyaqk 3 kali suntikan dengan interval 2 bulan.suntikan PRP-OMPC dilakukan 2 kali suntikan denagn interval 2 bulan,kemudian bosternya diberikan 18 bulan.
          Upaya pencegahan penyakit tertentu pada bayi dengan imunisasi merupakan cara yang paling baik dan efektif dan tidak memakan biaya dan tidak berdampak buruk bagi bayi.












BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
            Jadi imunisasi ini sangat penting bagi bayi dan agar ibu dapat mengimunisasikan bayinya sedini mungkin sebelum terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat berujung dengan kematian.oleh karena itu kita sebagai Tenaga kesehatan berupaya untuk mempromosikan pentingnya imunisasi bagi bayi kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi agar nantinya tidak mengakibatkan dampak negative bagi bayi ibu tersebut.










DAFTAR PUSTAKA

Iqbal Mubarak Wahid,2011,promosi kesehatan untuk kebidanan,Salemba Medika:Jakarta
Lia Dewi Vivian Nani,2011,Asuhan Neonatus Bayi dan Balita,Salemba Medika:jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar